, Tulungagung – Pantai Kedung Tumpang di desa Pucanglaban, kecamatan Pucanglaban kabupaten Tulungagung dikenal sebagai salah satu pantai dengan karang-karang dan tebing yang terjal. Justru, itulah yang menjadi keunikan dan daya tariknya.
Terlebih, di pantai ini terdapat kolam renang alami berupa ceruk (kedung) ditengah karang-karang dengan air yang jernih.Membuat pantai Kedung Tumpang terlihat indah dan eksotis.

Karena keunikannya, pantai ini sering disebut pantai antimainstream. Nah bagi pengunjung yang belum pernah ke sana, perlu untuk mengetahui beberapa hal berikut.
Dari pusat kota Tulungagung jalan menuju Pantai Kedung Tumpang terbilang sudah cukup baik sehingga para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.Namun tidak disarankan menggunakan kendaraan bus.
Setelah sampai di lokasi, pengunjung bisa memarkirkan kendaraan ditempat yang telah disediakan oleh pengelola
Namun, jangan khawatir, jika air sedang pasang, para pengunjung bisa menikmati pantai dari atas bukit, karena pengelola telah menyediakan semacam gardu pandang sebagai spot foto.
Untuk menuju bibir pantai, pengunjung harus menyusuri jalur yang cukup ektream. Trek menuruni bukit memiliki kemiringan bervariasi, ada yang sekitar 45 derajat. Meski pengelola sudah berbenah dengan cara di cor beton di sebagian jalan, Namun jalur setapak masih mendominasi.

Hal utama yang perlu diperhatikan pengunjung yaitu dilarang berenang saat air laut pasang. Karena pantai ini berhadapan langsung dengan laut Selatan Jawa yang terkenal dengan ombaknya yang besar.
Kelompok sadar wisata sebagai pengelola pun menghimbau agar wisatawan tidak nekat berenang saat air sedang pasang karena dikhawatirkan dapat terseret ombak ketengah laut.
Ombak pantai Kedung Tumpang tak bisa dianggap sepele. Karena gugusan karang di bibir pantai saja bisa tergerus karena kuatnya sapuan ombak.
Mitos yang beredar di masyarakat sekitar adalah bagi para pengunjung dilarang membawa buah jeruk. Masyarakat sekitar percaya bahwa buah jeruk dapat mendatangkan ombak besar.
Salah seorang warga setempat, Pito (52) yang juga membuka usaha kuliner dilokasi mengatakan, pantai Kedung Tumpang ombaknya sangat tinggi, sudah beberapa kali pengunjung dari luar kota mengalami musibah terseret ombak dan akhirnya meninggal.
“Sebagai wisatawan yang baik, alangkah baiknya untuk menghormati kearifan lokal. Dan jangan lupa untuk berdo’a dan selalu menjaga kebersihan di area pantai,” kata Pito kepada Dailypost.id, Kamis (25/2/2021).
Terlepas dari mitos itu, bagi para pengunjung disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan aksi yang dapat merusak lingkungan sekitar pantai. (Daily23/Sar)















