Pacitan – Aura keceriaan dan kebahagiaan terpancar jelas dari pertemuan tiga tokoh politik nasional di Museum SBY-ANI, Pacitan. Mereka adalah Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, pada Jumat (04/07/2025).
Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen nostalgia, tetapi juga menegaskan eratnya hubungan emosional dan kepercayaan yang telah lama terjalin antara SBY dan Gusnar. Dikenal sebagai “anak emas” SBY selama menjabat sebagai Presiden RI (2004–2014), Gusnar telah menempati berbagai posisi penting, mulai dari Wakil Gubernur hingga Gubernur Gorontalo.
Kedekatan emosional antara Gusnar dan keluarga Yudhoyono juga tercermin dalam dinamika politik beberapa tahun terakhir. Publik masih mengingat saat hasil quick count Pilgub Gorontalo menempatkan pasangan Gusnar-Idah sebagai pemenang, AHY yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat langsung memberikan ucapan selamat melalui video call. Sebuah gestur yang menandakan kedekatan dan kepercayaan politik.
Tak hanya itu, dalam beberapa kesempatan, AHY kerap mengajak Gusnar dalam kegiatan partai. Baik SBY maupun AHY secara terbuka menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan kepemimpinan Gusnar Ismail.
Momen istimewa terekam saat ketiganya menikmati kunjungan di Museum SBY-ANI. SBY tampak santai berseloroh kepada Gusnar, “Pak Gusnar, ruang kerja Presiden lebih kecil dari ruang Gubernur,” ucapnya yang disambut gelak tawa.
Dalam suasana penuh kehangatan itu, SBY mengajak Gusnar melihat ruang kerjanya sewaktu menjabat Presiden RI. Dengan nada penuh harapan, SBY menyampaikan pesan bermakna, “Jangan lelah selalu melahirkan kebijakan yang pro rakyat.” Sebuah pesan yang mencerminkan kepercayaan mendalam terhadap komitmen dan kapasitas Gusnar untuk terus mengabdi kepada masyarakat Gorontalo.
Pertemuan ini sekaligus memperkuat sinyal dukungan Partai Demokrat terhadap kiprah politik Gusnar Ismail di Gorontalo, serta memperlihatkan kesinambungan nilai-nilai kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan rakyat.














