, Gorut – Ramdan Tanaiyo, Ketua Profesi Pekerja Sosial (Popeksos) Provinsi Gorontalo mengatakan, banyaknya persoalan kemiskinan di Gorontalo Utara (Gorut) disebabkan oleh banyak faktor.
Selain dari faktor masyarakat itu sendiri, yang berkaitan dengan Sumber Saya Manusia (SDM) dan budaya malas bekerja, namun ada faktor eksternal yang begitu menentukan menurunnya angka kemiskinan di Gorontalo, khususnya Gorut. Yakni Persatuan dan solidaritas antar elit baik itu eksekutif maupun legislatif, sebab dalam merumuskan suatu kebijakan pembangunan, fungsi anggaran menjadi kunci dari keberhasilan program pembangunan yang dapat menurunkan angka kemiskinan.
“Antara lain, dalam penilaian indeks pembangunan manusia (IPM), salah satu penilaiannya adalah pendapatan. Bagaimana mungkin IPM kita di Gorut akan naik, jika tenaga honor kita masih digaji dengan nilai 1 jutaan perorang, sedangkan Badan Pusat Statistik menyampaikan pendapatan 1.990.000 ke bawah per kepala keluarga, maka masih masuk katagori miskin. Itu artinya jika diukur dari tenaga honor pemerintah daerah yang gajinya 1.000.000 jutaan tersebut, apa lagi dia menjadi satu satunya tulang punggung keluarga, tentu tidak akan memenuhi kebutuhan bulanan keluarga,” ujarnya.
“Begitu pun pekerja swasta, baik di toko bangunan, bahan harian dan mini market, yang gajinya masih di bawah standar BPS. Di sinilah menjadi penting untuk para elit eksekutif dan legislatif dapat bersatu padu, dan saling suport untuk sama sama merancang dan mengeksekusi kepentingan pembangunan manusia dari beberapa sektor, pertanian, perikanan yang merupakan sektor utama pendapatan masyarakat dan infrastruktur. Baik peningkatan gaji tenaga honor, dan merancang standar Upah minumum yang diberlakukan di sektor swasta, dan benar-benar dilaksanakan,” sambung Ramdan.
“Menurut pandangan saya, jika sudah saling menjelekan dan mencari kesalahan, tentu pembangunan akan terabaikan. Saya khawatir masyarakat akan tidak percaya lagi dengan pemerintahan baik ekskutif dan legislatif. Maka dengan banyaknya persoalan di daerah ini. Ada baiknya parah elit harusnya duduk bersama saling mengoreksi yang bersifat perbaikan, sebab jika sudah pada bukan sifat perbaikan lagi, maka pasti yang ada hanya saling menyalakan,” tambahnya lagi.
Dalam pandangan sosial, lanjut Ramdan, perpecahan bukan solusi kesejahteraan, sehingga ini sangat tidak baik untuk masyarakat. “Saya meyakini di eksekutif dan DPRD banyak senior politik yang dapat memberikan konstribusi yang baik untuk segera menyelesaikan perbedaan pandangan ini. Kamipun berharap dprd dan eksekutif memberikan contoh yang baik pada generasi pembangunan Gorut ke depan. Sebab hari ini dan yang akan datang rakyat butuh perubahan bukan saling menyalahkan,” tutupnya. (daily01)














