, Gorontalo- PT AGIT (Anggrek Gorontalo Terminal International), pengelola Pelabuhan Anggrek, menandai dua tahun pengelolaan pelabuhan tersebut dengan menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah Gorontalo. Selain upaya di Pelabuhan Anggrek, PT AGIT juga berencana membangun Kawasan Industri yang akan menjadi pusat pengumpulan sumber daya pertanian dan perikanan dari Indonesia Timur.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo, sebesar 4.09% (YoY), masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi di beberapa wilayah di Indonesia. PT AGIT berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi Gorontalo. Selain mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk proyek Pelabuhan Anggrek, PT AGIT juga berupaya mengakselerasi pembangunan Kawasan Industri Anggrek untuk memajukan perekonomian daerah tersebut.
PT AGIT merencanakan pelatihan bagi siswa SMA/SMK dalam bidang teknologi dan bahasa Inggris, yang sesuai dengan visi pembangunan Kawasan Industri Anggrek. Kawasan Industri ini akan menjadi pusat pengolahan dan pengemasan produk pertanian dan perikanan yang akan diekspor ke negara-negara di Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Proyek ini diharapkan akan meningkatkan nilai investasi, menggerakkan logistik, dan menciptakan lapangan kerja di Gorontalo.
Rachmat Gobel, Chairman dan Shareholder Gobel Group, pemegang saham mayoritas di PT AGIT, menjelaskan, “Pelabuhan Anggrek adalah harapan bagi pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan sejalan dengan Visi 2051 yang memvisualisasikan Gorontalo sebagai pusat ekonomi yang berkembang pesat. Kami menargetkan Gorontalo akan menjadi provinsi yang makmur di Indonesia.”
Selain rencana pelatihan, PT AGIT juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari peringatan dua tahun pengelolaan Pelabuhan Anggrek. Hal ini mencakup penyediaan alat operasional, kegiatan doa bersama, dan bantuan pembangunan fasilitas di wilayah sekitar pelabuhan. Proses pengelolaan Pelabuhan Anggrek juga sedang memasuki tahap netralisasi untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pelabuhan Anggrek berlokasi di pantai utara Sulawesi dan merupakan pintu gerbang vital untuk perdagangan antara Gorontalo dan negara-negara di Asia Timur. PT AGIT telah mengadopsi konsep Smart Port dengan pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan analitik data dalam operasi pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Konsep Smart Port memungkinkan manajemen pelabuhan membuat keputusan berdasarkan data real-time. (*)














