Respons Tindakan Represif Aparat Kepolisian, Aprijal Rajak Minta Kapolda Gorontalo Harus Turun Tangan

Riski Kakilo

DAILYPOST.ID Gorontalo – Ribuan massa aksi yang terdiri dari berbagai kampus dan organisasi di Gorontalo mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo untuk menyampaikan tuntutan terkait RUU Pilkada pada Senin (26/08/2024). Aksi unjuk rasa itupun berakhir ricuh, dengan bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi yang mengakibatkan beberapa peserta aksi harus menerima perawatan medis.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Aprijal Rajak, menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang dinilainya tidak humanis dalam menangani demonstran. Menurut Aprijal, massa aksi datang untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap RUU Pilkada yang dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Baca Juga:   Pernyataan ‘Potong Jari’ Disorot, Ka Kuhu Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

“Massa aksi dari berbagai kampus dan organisasi hadir di DPRD Kabupaten Gorontalo untuk menyampaikan tuntutan terkait RUU Pilkada yang dianggap mengangkangi konstitusi. Sayangnya pengamanan oleh kepolisian begitu ketat, bahkan kawan-kawan kami sebagai massa aksi dipukul mundur dengan cara yang kami pikir tidak humanis, hingga menggunakan kekerasan, bahkan beberapa massa aksi terpaksa harus mendapat perawatan medis,” ungkap Aprijal, Selasa (27/08/2024)

Aprijal yang akrab disapa Ijep, mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan menuntut Kapolda Gorontalo untuk segera bertindak.

“Kami mengutuk keras tindakan tidak humanis dari aparat kepolisian. Tidak ada ruang bagi aparat yang tidak mampu mengayomi masyarakat. Kami mendesak Kapolda Gorontalo untuk turun tangan dan memberikan sanksi kepada anggotanya yang terlibat dalam tindakan represif ini. Jika tidak, ribuan massa siap mendatangi Polda Gorontalo untuk menuntut keadilan,” tegasnya.

Baca Juga:   Mahasiswa KKN Tematik UNG Luncurkan Peta Digital UMKM Desa Buhu, Dorong Ekonomi Lokal Naik Kelas

Aksi unjuk rasa ini mencerminkan kekecewaan besar dari kalangan mahasiswa dan organisasi di Gorontalo terhadap RUU Pilkada yang dianggap melanggar hak-hak konstitusional rakyat, dan menjadi perhatian serius di tengah situasi politik yang semakin memanas di wilayah tersebut.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Raih 3.865 Suara, Ridha Anwar dan Aprijal Rajak, Menangkan Pilbem UNG 2024
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia