, Kabupaten Malang – Sejumlah simpatisan Aremania gelar doa bersama dan tabur bunga di depan pintu maut Stadion kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/10/2022) pagi. Tak terkecuali Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Malang.
Ya, pintu maut tersebut adalah pintu 13 Stadion Kanjuruhan.
Doa ini diberikan untuk para Aremania, korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam, pekan lalu, usai laga BRI Liga 1 yang mempertemukan Arema FC kontra Persebaya Surabaya.
Perwakilan pegawai Bapenda Kabupaten Malang, mengatakan, pihaknya datang ke Stadion Kanjuruhan untuk mendoakan para Aremania yang meninggal dunia saat tragedi pascalaga Arema FC vs Persebaya.
Ia mewakili pegawai lainnya juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para keluarga besar Aremania. khususnya yang menjadi korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Ditempat yang sama, Korwil Aremania Kanjuruhan, Awang Karta, mengungkapkan, sebelumnya, Selasa (4/10/2022), ada juga beberapa PNS Kabupaten Malang yang menabur bunga dan doa bersama di pintu 13. Termasuk dua orang Bonek (Suporter Persebaya), datang ke Kanjuruhan menabur bunga dan doa bersama di bawah patung Singa bermahkota.
“Semoga dengan tragedi 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan, menjadi awal bersatunya suporter seluruh Indonesia”, demikian Awang menirukan harapan perwakilan bonek saat itu.
Untuk diketahui, saat ini pintu 13 Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu, menyita perhatian banyak pihak. Bahkan seluruh dunia. Pasalnya, saat kericuhan para penonton pertandingan berdesakan mencari pintu keluar. Salah satu yang dituju adalah pintu 13.
Pantauan media ini, di pintu 13 terlihat kertas putih ditempel bergambar seorang pria menggendong anak-anak yang terjebak saat ada gas air mata dan bertuliskan ‘Stop Brutality Police’. Tembok ventilasi di samping pintu tampak berlubang. Seperti bekas dijebol penonton yang terjebak di dalam saat itu untuk berusaha keluar.
Di tembok samping pintu juga tampak coretan bertuliskan ‘Selamat Jalan Saudaraku, 1-10-2022’. Sementara di gagang pintu, tampak syal Aremania dan 2 lembar T-shirt tergantung. Di lantai tepat depan pintu, banyak bunga bertaburan.
Diduga, di pintu 13 ini korban banyak yang meninggal karena terjebak gas air mata. (Daily11/wat).














