Jakarta- Sebanyak 446.219 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah diterjunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan digelar di seluruh wilayah Indonesia. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, secara langsung meninjau kesiapan pasukan pada apel gelar kesiapan pasukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari Kamis (01/02/2023).
“Baru saja saya dan seluruh kepala staf angkatan mengecek kesiapan personel dan alat perlengkapannya dalam rangka menghadapi pengamanan pemilu,” kata Jendral Agus.
Dia juga menginformasikan bahwa melalui konferensi video daring, ia mengecek kesiapan panglima kodam utama di wilayah lain untuk mendukung distribusi logistik pemilu.
“Kemarin ada masalah di Papua pada saat pendistribusian logistik pemilu terjadi longsor sehingga dibantu oleh pasukan TNI di sana, sehingga logistik pemilu bisa tiba di tempat dalam keadaan aman,” jelas Jendral Agus menyoroti kendala distribusi logistik di Papua.
Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan, yang menjadi pemimpin apel, menegaskan kepada jajarannya untuk tetap menjaga netralitas.
“Tetap memegang teguh netralitas, jangan mudah terpengaruh dalam kepentingan politik praktis,” ucap Hasan. Ia juga meminta peningkatan kewaspadaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi selama pelaksanaan pemilu.
Pada apel tersebut, turut hadir Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, hingga Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin.
Paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar; nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka-Menteri Pertahanan; dan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, juga turut disebutkan dalam rilis tersebut.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan netralitas TNI dalam pemilu dengan menandatangani deklarasi komitmen bersama Polri.
(**/CNNindonesia)














