– Dalam rangka merespon konsep kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Universitas Gorontalo (UG) menggelar rapat pimpinan, yang dilaksanakan di ruang rapat Rektorat UG, Rabu (16/12/2020).
Rapat tersebut dihadiri oleh Rektor Dr. Ibrahim Ahmad, SH, MH, Wakil Rektor 1 Dr. Abdullah. SE.Ak., M.Ak .,Ca, Wakil Rektor 2 Drs. Ec. H. Ilyas Lamuda, MM, pimpinan lembaga dan unit kerja lingkungan Universitas Gorontalo.
Wakil Rektor 1 Dr. Julie Abdullah usai rapat itu mengatakan, materi yang dibahas adalah terkait penyelarasan kurikulum perguruan tinggi dalam implementasi program merdeka belajar-kampus merdeka.
“Kementerian mengharuskan kita menggunakan kurikulum merdeka belajar, nah, kurikulum merdeka belajar ini kita akan tindak lanjuti, kemarin pak rektor sudah tindak lanjuti berupa kerja sama dengan beberapa universitas dan alhamdulillah itu sudah terlaksana dengan baik tapi kita buat dulu panduan kurikulum merdeka belajar di UG,” ujarnya.
Meski sedikit terlambat dalam mengimplementasikan konsep kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbud, akan tetapi kata Julie, Universitas Gorontalo akan segera mencoba untuk menerapkanya.
“Memang kita sedikit terlambat dengan acuan dari mendikbud, tapi saya rasa semua universitas yang ada di Indonesia ini, mungkin sebagian kecil baru menerapkan ini. Ini kan juknisnya belum kita dapatkan tapi memang panduan dari kemdikbudnya sudah ada, sehingga kita akan coba untuk diterapkan di universitas ini,” ungkap Julie.
Selain membahas konsep kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka, para pimpinan UG juga membahas tentang perampungan dan revisi Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UG.
“Agenda ini juga membahas perampungan SPMI, dimana ada perubahan sedikit/ revisi tentang SPMI UG, karena memang dengan berkembangnya waktu harus ada perubahan-perubahan SPMI, minimal dia harus direvisi dengan berdasarkan pada perkembangan zaman,” tandasnya. (Daily18/Firdawati)














