, Gorontalo – Menteri dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian berkunjung ke Gorontalo, Jum’at (02/09/2022).
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha usai bertemu mendagri mengungkapkan 4 poin utama yang berkaitan dengan kedatangan menteri di Gorontalo.
“Yang pertama tentang penangan Covid-19 dan vaksinasi, telah mendapatkan apresiasi dari Kemendagri terhadap penangan Covid-19 yang ada di Provinsi Gorontalo terkendali. Kedua, tentang pemulihan ekonomi bagaimana kepala daerah menjaga ritme agar pertumbuhan ekonomi, seperti UMKM agar lebih di genjot. Ketiga masalah penyerapan anggaran, terutama APBD yang perlu ditingkatkan, baik pendapatan maupun belanja. Dan keempat masalah Inflasi, dan Alhamdulillah Inflasi di Kota Gorontalo kita masih berada di bawah standar,” jelas Marten.
Oleh karena itu kata Marten untuk Kota Gorontalo itu sendiri akan melakukan langkah-langkah strategis tentang kebijakan 4K.
“Pak Menteri minta untuk menjaga terus lakukan langkah-langkah strategis, maka dari itu Kota Gorontalo itu sendiri kami telah melakukan langkah-langkah strategis yaitu kebijakan 4k sudah sementara kita jalankan,” ujarnya.
“Seperti ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” urai Marten.
Agar masyarakat bisa menerapkan 4K tersebut, lanjut Marten, pemerintah akan memberikan contoh terlebih dahulu.
“Untuk penerapan kebijakan 4K Kita bagaimana menggerakan masyarakat dengan (misalnya) penanaman cabe. Maka kami bersama pemerintah Kota dan Provinsi Gorontalo turut serta di dalam melakukan penanaman cabe tersebut, seperti di pekarangan rumah-rumah masyarakat,” tuturnya.
Marten menambahkan, untuk Kota Gorontalo sendiri telah melakukan berbagai langkah-langkah Strategis seperti dalam hal penanganan Covid-19. Koordinasi maupun sinergitas berbagai komponenpun terus dilakukan.
Soal pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Gorontalo telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk pengembangan UMKM.
“Melalui berbagai langkah strategis seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, digitalisasi UMKM, kemudian Pekan Qris Nasional, menggalakan UMKM bisa naik kelas dan pengendalian Inflasi, kita melakukan gerakan gerakan 4K dengan gerakan yang nyata di masyarakat, dan terakhir penggunaan anggaran berupa belanja tak terduga, untuk penanganan Inflasi itu diperbolehkan sesuai surat edaran,” tandas wali kota dua periode tersebut. (adv/jefry)














