, BOLTIM -Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kota Kotamobagu kini memasuki babak baru yang menyita perhatian publik. Berdasarkan keterangan yang diungkapkan oleh Kuasa Hukum korban, Luki Mokoginta, korban tidak hanya mengalami trauma akibat peristiwa tersebut, tetapi juga mendapat tekanan psikis berat dan intimidasi langsung dari terduga pelaku.
Peristiwa intimidasi tersebut terjadi saat dugaan pelecehan berlangsung. Dalam kondisi terdesak, korban sempat menghubungi saudaranya yang bertugas sebagai ajudan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Namun, alih-alih menghentikan perbuatannya, terduga pelaku justru melontarkan kalimat bernada arogan untuk menakut-nakuti korban dengan berkata, “Kamu tidak tahu saya anak Bupati”.
Pencatutan status dan klaim sepihak tersebut membuat korban merasa tertekan secara mental dan psikologis, yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses pemulihan serta kelancaran pencarian keadilan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang didorong untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual ini secara transparan, objektif, tanpa pandang bulu, serta memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi korban dari segala bentuk ancaman maupun intimidasi psikologis.














