Gorontalo — Siswa-siswa dari SMA Negeri 1 Gorontalo mendapatkan kesempatan emas untuk belajar langsung tentang proses demokrasi melalui kunjungan lapangan ke KPU Provinsi Gorontalo, Selasa (08/10/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan berlangsung di Aula RPP Dulohupa, di mana mereka disambut oleh Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Sophian Rahmola, beserta anggota KPU lainnya, seperti Opan Hamsah, Hendrik Imran, dan Roy Hamrain.
Dalam sambutannya, Sophian Rahmola menekankan pentingnya pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula.
“Proses demokrasi yang ideal dan mendidik dapat dilakukan melalui kegiatan seperti ini. Selain teori pengetahuan, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi dan praktik pemungutan suara di TPS,” ungkapnya. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa memahami proses pemungutan suara dengan lebih cepat dan mudah.
Sophian juga mengucapkan terima kasih kepada pihak SMA Negeri 1 Gorontalo yang telah membawa siswa-siswinya untuk belajar di KPU. Ia berharap pengalaman ini akan bermanfaat bagi mereka saat nantinya menjadi pemilih.
“Dengan memahami tugas masing-masing dari KPPS, diharapkan siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pelaksanaan pemungutan suara,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gorontalo, Adianiwaty S. Polapa, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KPU Provinsi Gorontalo. Ia mengapresiasi upaya KPU dalam memberikan fasilitas dan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari sumbernya.
“Kegiatan ini sangat berharga bagi siswa kami untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi dan pemilu,” ujar Adianiwaty.
Sebagai penutup kegiatan, KPU Provinsi Gorontalo menyelenggarakan pemutaran film “Tepatilah Janji” secara serentak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda yang dicanangkan oleh KPU RI. Dalam acara tersebut, turut hadir pejabat fungsional dan struktural KPU Provinsi Gorontalo, serta guru-guru dari SMA Negeri 1 Gorontalo.
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya demokrasi, tetapi juga memberikan mereka pengalaman praktis yang akan berguna saat mereka nantinya terlibat dalam pemilu sebagai pemilih. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
(d09)














