, Indramayu, – Tim investigasi dari Bulog Indramayu selalu bergerak cepat dari desa cibiuk kertawinangun langsung bergeser ke desa soge kecamatan Kandanghaur untuk memastikan kondisi petani di sana, karna ada laporan dan keluhan petani yang berada wilayah tersebut, setelah sampai di lokasi tim dari Bulog mengecek gabah dan teryata basah akibat sawahnya terendam air hingga 2 hari dan Bulog Indramayu pun memberikan solusi terbaik agar petani tidak merugi Jum’at (30/05/2025)
Bulog Indramayu turun langsung ke lokasi dan berkordinasi dengan para babinsa dari 3 desa setempat, yakni desa Soge, desa Ilir dan desa Curug serta mitra bulog dari CV Putra Muncul juga petani di desa yang kebetulan sedang memanen dan menjemur padi berharap agar bisa cepat terjual.
Saat Pertemuan Di hadiri oleh Tim dari Bulog yang diwakili oleh Feri ardianto dan Fatih rosi evrilia, juga dari pihak babinsa terdiri dari 3 desa yakni Suaedi Babinsa Desa Soge, Casdik desa Babinsa Ilir dan Rasmani Babinsa dari desa Curug juga di hadiri dari perwakilan mitra Bulog Kuseri yaitu dari CV Putra Muncul juga Rastinih petani asal desa Soge.
Dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapenas) Melalui Bulog mempunyai target yaitu Mari Bersama Kita Jaga Kualitas Panen Padi. Karena gabah yang di serap dari petani akan kembali ke masyarakat melalui program-program pemerintah.
Gabah yang tidak layak produksi, butir rusak, butir menghitam, basah (kadar air sangat tinggi), berkecambah, Dominan butir hijau dan sebagainya dapat menyebabkan hasil beras rusak, kuning atau banyak butir patah dan butir kapur. Oleh sebab itu Bulog disamping menjaga kestabilan harga gabah petani, juga mengutamakan kualitas gabah itu sendiri.
Setelah Tim dari bulog sampai kelapangan terdapat gabah atau padi yang kurang memenuhi syarat untuk diserap oleh bulog karena keadaan gabah atau padi tersebut sangat basah sekali, warna hitam juga banyak padi yang sudah berkecambah itu yang jadi kendala untuk diserap oleh Bulog.
Tim Bulog Feri ardianto menjelaskan kepada awak media bahwa,” Untuk penyerapan gabah yang saat ini dalam keadaan basah, hitam dan sedikit berkecambah bisa diserap dengan harga 6500 tapi dengan catatan dibuat surat pernyataan atau surat kesepahaman antara kita, dan petani dan disaksikan oleh pak babinsa sebagai bukti, apabila ada audit dari BPK pusat,” Ujar Fery.
Lalu di lanjutkan oleh pihak babinsa Suaedi desa Soge sendiri menjelaskan, ” Untuk keadaan gabah seperti ini bisa juga para petani Langsung mengoven atau dikeringkan melalui oven dipabrik padi, tetapi yang jadi kendala harus mengeluarkan modal tambahan lagi yang 10 ton itu bisa terkena biaya 3 juta pak, jadi kita sebagai babinsa bertugas untuk mengawasi dan membantu petani biar panennya berjalan lancar dan bisa menguntungkan para petani, ” Ucap Suaedi.
Juga hadir dari mitra bulog yaitu CV Putra Muncul diwakili Kuseri dia menjelaskan bahwa,” Tahun ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya mas fery karena tahun dulu tidak ada batasan harga dari pemerintah melalui bulog, jadi para tengkulak atau pembeli sudah antri disini, sampai rebutan biarpun gabah atau padinya dalam keadaan basah atau sudah keluar kecambah itu tetap dibeli karena nanti.sampai pabrik bisa di sortir kembali,
Dan setiap tahun daerah soge kalo panen itu banyak air di sawahnya di tambah dengan padinya pada rebah “pak” akhirnya di panen pake mesin komben ga bisa jadi harus pake mesin grabak karena kondisi tanah sawahnya yang ambles sampai ke lutut,j adi padinya ya masih basah sekali ini baru awal panen masih banyak padi atau gabah yang begini pak khususnya di daerah Soge ini, ” Tutup Kuseri














