Cederai Kesepakatan Bersama, Fraksi Golkar Walk Out Saat Paripurna KUA-PPAS

 

DAILYPOST.ID, – Merasa kesepakatan bersama dicederai oleh salah satu fraksi DPRD Gorut , Fraksi partai Golkar DPRD Gorut melakukan tindakan walk out pada saat pelaksanaan rapat paripurna KUA-PPAS yang digelar di ruang rapat paripurna gedung DPRD Gorut , Selasa (20/10/2020).

Insiden Keluarnya Fraksi Golkar itu, Usai Ketua fraksi PAN Lukman Botutihe menyampaikan pandangan fraksi yang dinilai tidak membacakan isi pandangan umum fraksi karena diduga hanya membawa MAP kosong dan lebih banyak mengapresiasi kinerja pemerintah daerah, sehingga dinilai hanya mencari sensasi dihadapan Pemerintah daerah.

” Fraksi Golkar walk out dikarenakan, ada kesepakatan bersama yang telah dilanggar, dan ini mencederai lembaga DPRD, bukan soal apa yang disampaikan, akan tetapi lebih pada kesepakatan yang telah dilanggar,” ujar Lukum Diko.

Lukman Botutihe, yang saat itu masih berada di podium menanggapi, bahwa dirinya tidak pernah menginterupsi fraksi-fraksi lainnya saat menyampaikan pandangan umum fraksi, olehnya Lukman meminta agar memberi kesempatan kepada fraksi PAN untuk menyampaikan pandangan.

“Apapun itu Pak Lukum Diko berilah kesempatan kepada Kami, ini hak kami, kalau bapak-bapak ingin mengoreksi silahkan setelah akhir dari pandangan fraksi ini,” ujar Lukman, sambil meneruskan penyampaiannya hingga berakhir.

Setelah diberikan kesempatan oleh Pimpinan Rapat Djafar Ismail, Lukum kembali mengingatkan dengan tegas, terkait hasil rapat internal yang berlangsung kemarin, Senin (19/10/2020) yang menyepakati tentang kedisiplinan.

“Termasuk pandangan fraksi jangan hanya membawa MAP kosong, tetapi hari ini didepan kami pimpinan mencederai lembaga ini,” kata Lukum

“Sehingga apa yang menjadi kesepakatan kemarin jangan salahkan kami ketika kami melanggar pada esok hari,” tambah Lukum

Lukum kemudian menambahkan, bahwa semua sudah berusaha tepat waktu, bahkan jelas Lukum, sejak tadi malam hingga pagi tidak tidur, hanya untuk menyusun pandangan umum fraksi itu, demi menghargai keputusan pimpinan, keputusan bersama lembaga.

Selanjutnya, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo Utara, Sian Woloks berharap agar seluruh pihak yang ada di ruangan tersebut dapat memberikan pengertian terhadap keputusan yang ada.

“Bukan cerita yang kita ambil, tetapi fakta yang kita terima disini, kita hormati di panggung ini bisa bercerita apa saja, tetapi makna dan bukti yang harus kita perlihatkan kepada masyarakat,” tandasnya.

 









Sablon Kaos Satuan di Gorontalo