Gorontalo — Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi untuk menguatkan sinergi dalam mengendalikan kerusakan pesisir dan ekosistem mangrove di wilayah tersebut. Acara yang bertempat di Yulia Hotel, Kota Gorontalo, pada Senin (28/10/2024), dihadiri oleh para anggota KKMD yang mewakili berbagai instansi dan lembaga.
Ketua KKMD Provinsi Gorontalo, Hoerudin, menyatakan bahwa rapat ini juga merupakan wadah untuk monitoring dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2024.
“Kita berharap rapat koordinasi ini dapat menghasilkan saran dan masukan yang bermanfaat, sehingga program kerja KKMD di tahun 2024 bisa terealisasi dengan optimal,” ujar Hoerudin. Ia juga menambahkan bahwa sumber daya anggaran dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga sektor swasta, akan dimaksimalkan untuk mendukung program ini.
Dalam rapat tersebut, Hoerudin menekankan pentingnya seluruh anggota KKMD berpedoman pada Rencana Aksi KKMD 2024-2028 yang telah disusun. Setiap lembaga, instansi, atau kelompok masyarakat yang tergabung di KKMD diharapkan dapat menjalankan perannya sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program.
“Melalui rencana aksi ini, setiap anggota KKMD diharapkan dapat mengambil peran sesuai kondisi dan kemampuan mereka, sehingga upaya pelestarian mangrove bisa berjalan lebih terarah dan terukur,” kata Hoerudin.
Selain itu, Hoerudin menyampaikan bahwa KKMD akan melakukan pendataan secara berkala terkait kondisi kawasan mangrove. Data yang diperoleh akan menjadi bahan laporan yang nantinya disampaikan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemkomanpes).
“Berdasarkan data dari kawasan mangrove, seluruh stakeholder dalam kelompok KKMD, termasuk Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), akan melaksanakan bimbingan, evaluasi, dan rehabilitasi sesuai target yang ditetapkan,” jelas Hoerudin.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove di Provinsi Gorontalo, mengingat hutan mangrove memiliki peran vital dalam mencegah abrasi pantai, menyerap karbon, serta menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna pesisir.
(d09)















