Dugaan Serangan Bashe Ransomware: BRI Pastikan Operasional Tetap Normal

Ilustrasi ransomware. (Sumber Foto: Istimewa)

DAILYPOST.ID Jakarta– Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pernyataan resmi terkait dugaan serangan ransomware yang dilaporkan sejumlah pihak. Dalam pernyataannya, BRI memastikan bahwa data nasabah aman dan operasional bank tetap berjalan normal.

“Kami memastikan bahwa saat ini data maupun dana nasabah aman. Seluruh sistem perbankan BRI berjalan normal dan seluruh layanan transaksi kami dapat beroperasi dengan lancar,” ujar Direktur Digital dan IT BRI, Arga M Nugraha, melalui akun Instagram resmi BRI, Rabu (18/12/2024).

Arga juga menegaskan bahwa nasabah tetap dapat menggunakan semua layanan perbankan BRI, baik digital maupun fisik, seperti aplikasi BRImo, layanan QLola, ATM/CRM, dan layanan lainnya.

Untuk menangkal ancaman siber, BRI menyebutkan bahwa mereka telah menerapkan sistem keamanan berstandar internasional yang terus diperbarui secara berkala.

Baca Juga:   HUT ke-52 PDIP: Pidato Megawati dan Gerakan Penghijauan Warnai Perayaan

“Langkah-langkah proaktif dilakukan untuk memastikan bahwa informasi nasabah tetap terlindungi,” tambah Arga.

Klaim ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait laporan adanya kebocoran data nasabah yang dirilis oleh akun keamanan siber @FalconFeedsio di platform X (Twitter).

Akun @FalconFeedsio, yang kerap mengungkap ancaman siber global, melaporkan bahwa kelompok ransomware Bashe Ransomware diduga telah membobol sistem BRI. Mereka bahkan mengklaim telah memiliki rencana untuk merilis dan menjual data nasabah BRI dalam empat hari ke depan.

“Kami tidak mengonfirmasi keabsahan klaim mengenai serangan terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI),” tulis akun tersebut.

Baca Juga:   Hati-Hati! Girik Bukan Bukti Kepemilikan Tanah yang Sah

Namun, mereka menyebut bahwa kelompok tersebut telah mempublikasikan sampel data sebagai bukti pendukung klaim mereka.

Bashe Ransomware, yang juga dikenal sebagai APT73 atau Eraleig, pertama kali muncul pada April 2024. Kelompok ini disebut sebagai sempalan dari operasi ransomware LockBit karena adanya kemiripan dalam taktik, teknik, dan infrastrukturnya.

Meski ada laporan dari pihak eksternal, BRI tetap berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dengan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat. Nasabah diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan bank.

“Kami terus melakukan monitoring untuk memastikan keamanan sistem perbankan kami. Kami juga mengimbau nasabah untuk tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal,” tutup Arga.

Baca Juga:   BRI Resmikan Private Signature Outlet Kedua di Surabaya, Perkuat Layanan Wealth Management

(d10)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia