Gorontalo – Gubernur Provinsi Gorontalo, Gusnar Ismail paparkan visi pembangunan dan tegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun daerah. Hal itu disampaikan Gusnar Ismail pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo ke-15 dengan agenda penyampaian pidato sambutan Gubernur Gorontalo masa jabatan 2025-2030, Senin (10/03/2025).
Dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 34, Gusnar menegaskan bahwa pemerintahan daerah terdiri dari kepala daerah dan DPRD sebagai dua institusi yang tidak terpisahkan.
“Tetapi didalam proses penyelenggaraanya, kedua instisusi ini memili hak kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Di tengah kewenangan dan tanggung jawab masing-masing itu ada proses yang saling isi mengisi sehingga pada satu titik tertentu pasti ada kesepakatan,” ujar Gusnar.

Dalam pidatonya juga, Gusnar menyampaikan visi untuk periode kepemimpinannya, yaitu “Gorontalo Maju dan Sejahtera.” Ia menekankan bahwa meskipun terdapat perbedaan perspektif dalam membangun daerah, tujuan utama tetaplah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Untuk mencapai hal tersebut, Gusnar menganalogikan prosesnya layaknya sebuah jalan, dimana prosesnya bisa melalui jalan yang berliku atau jalan tol yang lancar, namun semuanya akan bermuara pada satu titik kesepakatan untuk kesejahteraan rakyat.
“Oleh sebab itu dalam membangun Gorontalo ke depan kami menetapkan visi yaitu Gorontalo maju dan sejahtera,” tuturnya.
Dalam mewujudkan visi tersebut, Gusnar menyoroti tiga faktor utama yang akan menjadi modal dasar dalam mendorong pembangunan Gorontalo. Pertama kata Gusnar, terkait dengan keunggulan geografis, dimana Gorontalo memiliki letak yang strategis dengan Zona Ekonomi Eksklusif di Laut Sulawesi yang berhadapan langsung dengan beberapa negara.
“Namun, dalam perjalanan Provinsi kurang lebih 20 sekian tahun ini area ini memang belum kita eksploitasi sebagaimana, dapat saya katakan selama ini kita masih terkonsentrasi dan fokus di teluk tomini yang merupakan pantai bahagian Selatan dari Gorontalo yang kita coba gali potensi yang ada tapi yang di atas belum,” jelasnya.
Yang kedua terakit dengan dukungan terhadap Ibu Kota Nusantara, Ia mengatakan bahwa dengan semakin dekatnya realisasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Gorontalo harus mulai mempersiapkan diri sebagai salah satu daerah penyangga.
“Biasanya daerah penyangga seperti ini merupakan sumber kehidupan dari sebuah daerah yang di sana. kita manfaatkan, belum lagi letaknya yang dekat,” tambah Gusnar.
Yang ketiga, Gusnar juga menyoroti hubungan dagang tradisional antara Gorontalo dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang selama ini telah berjalan melalui perdagangan ternak.
“Dari sini kita memahami bahwa ibukota negara Nusantara ini merupakan nilai yang harus kita raih agar supaya kita bisa berkembang dengan baik,” ujar Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.














