Gorontalo – Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-15 DPRD Provinsi Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan vokasi sebagai kunci utama dalam meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, Gorontalo memiliki dua potensi utama yang harus dikembangkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Gusnar menekankan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi Gorontalo adalah rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
“Masih sedikit orang atau SDM (Sumber Daya Manusia) Gorontalo yang bisa menjangkau pendidikan itu semua fakta yang harus kita hadapi dan harus kita kembangkan agar supaya SDM kita bisa bersaing lebih baik lagi,” ujar Gusnar Ismail pada pidatonya di rapat Paripurna ke-15 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (10/03/2025).

Lebh lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pendidikan vokasi harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan sektor pendidikan di Gorontalo.
“Pendidikan vokasi kita belum atau tidak berorientasi pasar, kalau pendidikan vokasi yang bisa kita kembangkan maka Insya Allah hasil pendidkan vokasi ini akan siap masuk ke lapangan pekerjaan yang tidak saja tersedia didalam negeri tapi juga diluar negeri, jelasnya.
Gusnar yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Gorontalo pada tahun 2009-2012 ini juga menyinggung persepsi masyarakat mengenai dunia kerja di Gorontalo yang masih sangat bergantung pada sektor pemerintahan. Menurutnya, paradigma dimasyarakat bahwa bekerja di sektor pemerintahan merupakan satu-satunya jalan menuju kesejahteraan.
“Artinya kalau pemerintah jelas bekerja, di sana ada penghasilan, maka disitu orang mendekat, bahkan tidak sepi daripada dinamika-dinamika yang mengejar bahwa bekerja di sektor pemerintahan menjadi sebuah cita-cita,” imbuh Gusnar.














