- Dua jurnalis Palestina, Ahmed Abu Absa dan Hanan Ayyad, kembali gugur dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Rabu. Dengan demikian, total jurnalis Palestina yang tewas sejak 7 Oktober menjadi 89 orang, menurut kantor media pemerintah.
Kantor media pemerintah dalam pernyataannya tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologis penyebab kematian kedua jurnalis tersebut. Namun, mereka menuding tentara Israel “sengaja membunuh” jurnalis Palestina dalam upaya untuk menyembunyikan kebenaran.
Israel telah menggempur Jalur Gaza melalui udara dan darat serta melakukan pengepungan dan serangan balasan atas serangan lintas batas yang diluncurkan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober.
Sejak saat itu, sedikitnya 18.608 warga Palestina tewas dan 50.594 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza. Sementara itu, berdasarkan data resmi, korban jiwa di pihak Israel berjumlah 1.200 orang dan sekitar 139 orang lainnya masih ditahan.
Konflik ini telah menimbulkan kerugian besar, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk kebebasan pers.
Berita ini diharapkan dapat membuka mata dunia akan pentingnya perdamaian dan kemanusiaan. Semoga konflik ini dapat segera berakhir dan kedamaian dapat segera terwujud di Jalur Gaza. (Antara/Anadolu)














