Jakarta– Kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum kini semakin banyak menyerang generasi muda, termasuk Gen Z. Berdasarkan laporan International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2022, yang dikutip dari Kompas.tv (7/3/2025), terdapat sekitar 25 ribu kasus kanker kolorektal. Dari jumlah tersebut, 1.400 pasien berusia di bawah 40 tahun, dengan 968 kasus pada usia 30-39 tahun, serta 446 kasus pada kelompok usia 20-29 tahun.
Meningkatnya angka kanker kolorektal di usia muda menandakan bahwa pola hidup dan deteksi dini sangat penting dalam mencegah penyakit ini. Lantas, apa saja gejala kanker kolorektal dan bagaimana cara mendeteksi dini agar risiko kematian bisa ditekan? Simak ulasan berikut.
Gejala Kanker Kolorektal yang Perlu Diwaspadai
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Sulpiana, MBiomed, mengungkapkan bahwa kanker kolorektal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, di antaranya:
✅ Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit berkepanjangan)
✅ Darah dalam feses (berwarna merah terang atau gelap)
✅ Nyeri atau kram perut yang tidak biasa
✅ Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
✅ Kelelahan berlebihan
“Gejala kanker kolorektal bisa bervariasi tergantung lokasi dan ukuran kanker di usus besar. Jika mengalami gejala yang berlanjut dan mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter,” ujar dr. Sulpiana.
Deteksi Dini Kanker Kolorektal: Kapan Harus Skrining?
Deteksi dini sangat penting dalam menekan angka kematian akibat kanker kolorektal. Menurut dr. Sulpiana, skrining kanker usus besar sebaiknya dilakukan sebelum usia 40 tahun, terutama jika seseorang memiliki riwayat kanker kolorektal dalam keluarga atau memiliki riwayat Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Metode kolonoskopi menjadi pilihan utama dalam mendeteksi kanker kolorektal sejak dini. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan aplikasi kesehatan juga dapat membantu generasi muda dalam memantau kondisi kesehatan mereka serta mendeteksi faktor risiko kanker kolorektal secara lebih dini.
Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker Kolorektal
Selain deteksi dini, dr. Sulpiana menekankan pentingnya pola hidup sehat guna menekan risiko kanker kolorektal. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
✔️ Konsumsi lebih banyak buah, sayur, dan makanan tinggi serat
✔️ Kurangi daging merah dan makanan olahan
✔️ Lakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga berat badan ideal
✔️ Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
“Menjaga pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini adalah kunci utama dalam mencegah kanker kolorektal,” tutup dr. Sulpiana.
Dengan meningkatnya kasus kanker kolorektal di kalangan Gen Z, penting bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan usus mereka. Jangan abaikan gejala-gejala awal dan segera lakukan pemeriksaan jika diperlukan.
(d10)














