,MEDAN – Inovasi kerupuk dari kulit pisang buatan UMKM Asahan menarik perhatian pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Produk merek “Syaqueenah” dipromosikan Pemkab Asahan di paviliun daerah.
Pemilik usaha, Syahri Ramadhani YS, mengatakan kerupuk ini diolah dari kulit Pisang Awak yang sebelumnya terbuang. Usaha yang dirintis sejak 2014 itu berawal dari ide ayahnya, Yanto, yang berjualan pisang sale goreng.
“Alhamdulillah kerupuk kulit pisang ini kini dipasarkan bukan hanya di Asahan, tetapi juga di berbagai kota di Sumatera, khususnya Medan,” kata Syahri di stan Pemkab Asahan, Jumat (25/7/2026).
Proses pembuatan dimulai dengan merendam, merebus, dan memblender kulit pisang. Adonan kemudian dicampur tepung terigu, tepung tapioka, bawang putih, udang rebon, dan garam. Di PRSU 2026, kerupuk kemasan 80 gram dijual Rp18.000.
Syahri yang juga guru di UPTD SDN 016549 Sijabut Penggalangan, Asahan, mengaku terus berinovasi. Saat ini Syaqueenah memproduksi 10 jenis camilan. Produk unggulan lainnya adalah pisang sale goreng dan emping pisang dari pisang kepok.
“Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, kami bermitra dengan pemasok pisang dari berbagai daerah dan mencoba mengembangkan tanaman pisang Awak sendiri,” ujarnya.
Pemkab Asahan melalui Bidang Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian menyatakan terus membina UMKM agar naik kelas. Salah satunya melalui promosi di PRSU.
“Produk UMKM seperti Kerupuk Kulit Pisang Syaqueenah banyak peminatnya. Pengunjung penasaran dan ada yang kembali membeli karena ketagihan,” kata Darmawan, penjaga stan Pemkab Asahan.
Kepala Bidang Nofrida Lasmaria Sitorus menambahkan, Pemkab Asahan akan terus mendukung UMKM. Saat ini produk Syaqueenah sudah berlabel halal dan sedang mengurus izin BPOM.(JB).















