Lansia Wajib Waspada! RSV Lebih Menular dari COVID-19 dan Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

DAILYPOST.ID Jakarta– Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) melalui Satgas Imunisasi Dewasa resmi menambahkan vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus) dalam jadwal imunisasi dewasa 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kesehatan, terutama bagi lansia dan individu dengan penyakit penyerta.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI menegaskan bahwa pembaruan ini adalah langkah maju dalam perawatan kesehatan preventif, mengingat RSV dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius seperti pneumonia.

Pentingnya Vaksin RSV bagi Lansia & Populasi Rentan

✅ RSV Lebih Menular dari COVID-19
Menurut Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, RSV lebih menular dibandingkan SARS-CoV-2. Satu orang yang terinfeksi RSV bisa menularkan ke tiga orang lainnya, terutama di kalangan lansia.

Baca Juga:   Waspada! Ini 10 Efek Buruk Jika Tubuh Kebanyakan Gula

✅ Risiko Tinggi Komplikasi pada Lansia
Sekitar 30% lansia yang dirawat karena RSV mengalami komplikasi jantung. Orang dengan gagal jantung memiliki risiko rawat inap 8 kali lebih tinggi akibat RSV.

✅ Dampak Serius pada Pasien PPOK & Penyakit Kronis

  • Pasien PPOK yang terinfeksi RSV memiliki risiko rawat inap 3,2 hingga 13,4 kali lebih tinggi.
  • Lansia dengan diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan pernapasan juga rentan mengalami komplikasi berat.

Antisipasi Tripledemic: RSV, Influenza, dan COVID-19

PAPDI juga memperbarui rekomendasi vaksinasi untuk Pneumokok dan Influenza guna mencegah tripledemic—infeksi saluran pernapasan akibat RSV, Influenza, dan COVID-19.

Baca Juga:   Kasus Korupsi Tata Niaga Timah: Kerugian Lingkungan Diakui Sebagai Kerugian Negara

Menurut Ketua Umum PB-PAPDI, Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, masih banyak orang dewasa yang belum memanfaatkan imunisasi, meskipun mereka sudah mengetahui manfaatnya.

➡️ Vaksinasi menjadi kunci utama dalam melindungi kelompok rentan dari risiko penyakit dan komplikasi yang mengancam nyawa.

Prediksi Kasus RSV di Indonesia dan Asia Tenggara

Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan ada 6,1 juta kasus RSV di Indonesia.
Di Asia Tenggara, jumlah kasus RSV bisa mencapai 15,2 juta.

RSV bukan sekadar flu biasa—virus ini bisa menyebabkan henti napas, gagal napas, dan emfisema pada lansia dan pasien dengan penyakit kronis.

Baca Juga:   Nomenklatur Baru Jakarta Pasca UU DKJ, Apa Dampaknya?

(d10)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia