Jakarta– Dalam rangka memajukan agenda Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan di kawasan Indo-Pasifik, Program Pelatihan dan Kerja Sama Militer Kanada (Military Training and Cooperation Program atau MTCP) bersama Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menyelenggarakan simposium bertema “Kepemimpinan yang Responsif Gender”. Acara yang digelar di Wisten Hotel, Jakarta, ini sekaligus menandai penutupan kursus Integrasi Perspektif Perempuan dan Gender dalam Angkatan Bersenjata (IWGPAF), yang berlangsung pada 9–13 Desember 2024.
Peserta simposium berasal dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Mereka mendapatkan pelatihan dan diskusi mengenai strategi pengintegrasian perspektif gender di dalam angkatan bersenjata masing-masing.
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste, Y.M. Jess Dutton, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang responsif gender di semua tingkatan.
“Kesetaraan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab pemimpin organisasi. Setiap orang harus berperan sebagai advokat perubahan, karena kesetaraan dan inklusivitas gender memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Dutton.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya berbagi praktik terbaik dan mengubah budaya organisasi untuk mendukung agenda Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan. Simposium ini, menurut Dutton, adalah wujud komitmen Kanada dalam mendukung perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Simposium ini mencerminkan hubungan pertahanan bilateral yang kuat antara Kanada dan Indonesia, terutama di bidang pelatihan militer dan pendidikan. Sejak 2008, lebih dari 600 anggota TNI telah berpartisipasi dalam berbagai program MTCP.
Dutton menyoroti Strategi Indo-Pasifik Kanada, yang diluncurkan pada November 2022. Strategi ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan dengan alokasi anggaran sebesar 7,6 juta dolar Kanada (sekitar Rp 85,4 miliar) selama lima tahun untuk mendukung pelatihan terkait kesetaraan gender.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat memperkuat kemitraan militer, meningkatkan interoperabilitas, dan membangun kepercayaan yang bernilai,” tambah Dutton.
Kanada percaya bahwa kesetaraan gender dan integrasi perempuan dalam angkatan bersenjata adalah elemen penting dari operasi militer modern. Pelatihan yang diselenggarakan oleh MTCP bertujuan untuk menciptakan angkatan bersenjata yang lebih inklusif, memperkuat kerja sama lintas negara, serta meningkatkan efektivitas dalam operasi perdamaian dan keamanan.
Acara ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong diskusi kritis tentang kepemimpinan responsif gender di tingkat regional. Selain itu, Kanada dan PMPP TNI berkomitmen untuk terus memfasilitasi pelatihan-pelatihan serupa sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil.
(d10)














