KKMD Provinsi Gorontalo Gali Potensi Mangrove Desa Torosiaje untuk Kesehatan dan Konservasi

Kolaborasi 2024: KKMD dan Masyarakat Bersatu Jaga Keberlanjutan Mangrove

Dailypost.id
Pemantauan masterplan pengelolaan mangrove Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (23/12/2023).
Pemantauan masterplan pengelolaan mangrove Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (23/12/2023).

DAILYPOST.ID , Gorontalo – Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo melakukan pemantauan intensif terhadap masterplan pengelolaan mangrove di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato pada Sabtu (23/12/2023). Tindakan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 tahun 2022, yang mengatur organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan.

Ketua KKMD Provinsi Gorontalo, Hoerudin, dalam pernyataannya setelah pemantauan, mengungkapkan beberapa lokasi di kawasan mangrove Desa Torosiaje telah ditetapkan sebagai tempat ritual pengobatan tradisional. Mangrove tidak hanya menjadi sumber daya alam, namun juga dijadikan obat-obatan, seperti daun dangkalan yang berfungsi sebagai pembersih mata, agaganga untuk pengobatan bayi kurang gizi, dan sikapo atau bedak. Bahkan, kulit mangrove jenis Rhizopora SP digunakan untuk mengeluarkan lendir ikan pari babangkau dan bahan obat tradisional lainnya.

Baca Juga:   Warga Luar Gorontalo Diperbolehkan Masuk dengan Syarat Ini

Menanggapi pemantauan ini, Hoerudin menyatakan pentingnya menjaga keberlanjutan mangrove sebagai sumber kehidupan. Dia juga menyampaikan rencana program tahun 2024 untuk meningkatkan kolaborasi antara KKMD dan masyarakat Desa Torosiaje guna mencegah potensi ancaman terhadap ekosistem mangrove.

Hoerudin memberikan perhatian khusus kepada masyarakat wilayah mangrove Desa Torosiaje, mendorong mereka untuk bersama-sama menjaga ekosistem mangrove yang termasuk dalam kawasan ekosistem esensial, ditetapkan oleh gubernur dengan luas kurang lebih 1.300 hektar. Diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan dan pemeliharaan mangrove di kawasan Torosiaje serumpun.

Ketua Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Paddakauang Desa Torosiaje serumpun, Umar Pasandre, juga mengungkapkan keprihatinan terhadap kawasan mangrove. Umar menyoroti ancaman gelombang pasang yang semakin mendekat, baik pada musim timur maupun barat, yang dapat mengakibatkan hilangnya potensi jenis-jenis mangrove.

Baca Juga:   Update (13/05/20) : Gorontalo Ketambahan 2 Positif Cov-19 & 1 Lagi Sembuh

Dia menekankan komitmen KSL Paddakauang untuk terus mengawal dan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak SD dan SMP, agar mereka memahami pentingnya tanaman mangrove di wilayah perairan Torosiaje sebagai sumber kehidupan.

Pemantauan masterplan pengelolaan mangrove di Desa Torosiaje akan berlangsung selama empat hari, mulai dari 22 hingga 25 Desember 2023. Pemantauan juga melibatkan Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS, Kepala DLHK Provinsi Gorontalo, Ketua Forum KKMD, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kabid Pengelolaan Informasi dan Publik Diskominfotik, yang juga merupakan anggota KKMD Provinsi Gorontalo. (mila/kominfo)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Gubernur Gusnar Ismail Lepas JCH Kloter 30 Asal Gorontalo, Titip Doa untuk Daerah dan Bangsa
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia