Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui dukungan terhadap pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Peluncuran program tersebut digelar di Ballroom UTC Damhil kampus UNG pada Selasa (03/03/2026).
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan tenaga dokter spesialis di wilayah Gorontalo dan kawasan Sulawesi Utara yang selama ini masih terbatas.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Gusnar Ismail, Khairul Munadi, Thomas Mopili, para kepala daerah, serta jajaran akademisi dan tenaga kesehatan.
Dalam peluncuran tersebut, beberapa program pendidikan kedokteran resmi diperkenalkan, di antaranya:
- Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran UNG
- Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak
- Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi
Program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami serius mendukung pengembangan UNG. Namun harus kami akui, pendidikan kedokteran memiliki tantangan besar, terutama dari sisi pembiayaan. Ini bukan hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Gusnar.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah menuntut pemerintah untuk mengelola anggaran secara lebih efektif dan selektif. Karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat fakultas-fakultas yang memiliki dampak besar bagi kebutuhan masyarakat.
Gusnar juga menekankan pentingnya kerja sama antar daerah dalam pengembangan pendidikan kedokteran.
“Kami berharap kolaborasi antara UNG dan Unsrat terus diperkuat agar pengembangan pendidikan spesialis dapat memberi manfaat luas bagi kawasan timur Indonesia,” tambahnya.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok, menyebut pembukaan program ini sebagai langkah besar bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Gorontalo.
Menurutnya, selama ini kebutuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia masih sangat tinggi, sehingga kehadiran program pendidikan tersebut menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan daerah.
“Ini adalah lompatan besar bagi UNG dan daerah Gorontalo. Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat harus kami jawab dengan kerja keras dan komitmen menjaga kualitas,” ujar Eduart.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Khairul Munadi menjelaskan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis di Indonesia.
Ia menyebut pemerintah telah membuka lebih dari 160 program studi spesialis dan subspesialis baru di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari target pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2045.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Namun, percepatan ini harus tetap dibarengi dengan penguatan mutu dan standar pendidikan,” tegasnya.
Melalui peluncuran program studi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dapat dipercepat.
Kehadiran pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di daerah diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas layanan medis, serta menjawab kebutuhan masyarakat Gorontalo dan wilayah sekitarnya secara berkelanjutan.















