, Gorontalo – Upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo semakin menjadi perhatian utama Penjabat Gubernur, Ismail Pakaya. Dirinya dengan gigih mengadvokasi perlunya menyesuaikan gaji PTT dengan Upah Minimum Provinsi (UPM), yang telah ditetapkan pada tahun 2023 sebesar Rp2.989.350.
Dalam menghadapi tantangan ini, Ismail Pakaya menunjukkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan kesetaraan dalam hal gaji bagi PTT di Gorontalo.
“Gaji yang berijazah SMA berapa? 2,4 juta tidak dipotong? tapi itu bukan UMP. Harusnya sesuai dengan UMP. Standar UMP nanti saya lihat lagi, saya tanya lagi kenapa ada perbedaan dengan upah minimum,” tegasnya.
Sebagai Eselon I di Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ismail Pakaya merasa malu bahwa perusahaan swasta sudah mendapatkan standar UMP, namun pegawai di sektor pemerintahan masih belum merasakan hak yang sama.
“Masa perusahaan swasta kita perjuangkan untuk mendapatkan standar UMP, teman – teman di pemerintahan yang harusnya menjadi contoh tidak mendapatkan hak yang sama. Ini akan saya evaluasi lagi,” ungkap Penjagub Ismail.
Dalam konteks kinerja PTT di lingkungan pemerintah daerah, Ismail Pakaya memberikan apresiasi yang tinggi. Mereka telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pelaksanaan administrasi, mempercepat program-program pemerintah, dan penyusunan laporan-laporan yang berkaitan. Oleh karena itu, nasib PTT dan juga guru tidak tetap (GTT) di lingkungan pemerintah daerah menjadi perhatian bersama.
“PTT ini kalau tidak salah kurang lebih ada 4.000 di pemprov dan paling banyak itu GTT. Saya juga akan cari waktu ketemu dengan seluruh GTT,” tutur Ismail Pakaya.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, Apel pagi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Perhubungan, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PTT di dua dinas tersebut menjadi ajang penting untuk menguatkan komitmen bersama dalam mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan PTT.
Ismail Pakaya bersama jajaran pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian lebih pada nasib PTT dan GTT di Pemerintah Provinsi Gorontalo demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan sejahtera bagi semua pegawai.
Komitmen dan semangat Ismail Pakaya dalam memperjuangkan kesetaraan gaji PTT telah menjadi pemacu bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memprioritaskan kesejahteraan para pegawai tidak tetap.
Dengan langkah-langkah konkret dan dukungan penuh, diharapkan masa depan para PTT di Gorontalo akan lebih cerah dan mereka akan menerima penghargaan yang setimpal atas kontribusi luar biasa yang telah diberikan.
(**)















