Gorontalo – Polda Gorontalo mengerahkan satu unit helikopter untuk mengevakuasi jenazah korban longsor di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Senin (08/07). Langkah ini diambil karena sulitnya akses menuju lokasi tambang rakyat yang terkena bencana longsor. Tim gabungan harus berjalan kaki sejauh 23,7 kilometer untuk melakukan pencarian dan penyelamatan para korban.
Pada operasi evakuasi itu, tujuh jenazah berhasil dievakuasi melalui udara. Selain itu, dua jenazah lainnya ditandu menuju posko utama yang terletak di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur. Posko ini menjadi pusat kegiatan koordinasi dan penanganan korban longsor.
Tim kesehatan gabungan dari Polri dan Dinas Kesehatan juga telah mendirikan posko pengurusan jenazah yang berlokasi tidak jauh dari posko utama. Posko ini menjadi tempat berkumpulnya keluarga para korban yang ingin mengetahui informasi terbaru mengenai proses evakuasi dan identifikasi jenazah.
Sehari sebelumnya, sebanyak 10 dari 11 jenazah yang telah dievakuasi berhasil diidentifikasi. Korban yang telah teridentifikasi adalah:
- Fatma Apita (40) asal Tulabolo
- Dewa Saputra Kunye (4) asal Tulabolo
- Samsiar Buhungo (48) asal Monano
- Alfin Manengge (17) asal Dumoga
- Lukman asal Bakan
- Alfian Mamonto (28) asal Kotamobagu
- Ramat Nurhamidi (21) asal Dumoga
- Rina Mohamad (50) asal Bulango Utara
- Ramlah Kumuriah (40) asal Suwawa Selatan
- Rudin Kunye (55) asal Tulabolo
Untuk evakuasi hari ini, tujuh jenazah yang dievakuasi dengan helikopter adalah:
- Arjun Djafar asal Mohiyolo
- Hendra Pakaya asal Mohiyolo
- Ferdi Tune asal Mohiyolo
- Aryanto Yusuf asal Monano
- Roy Pusini asal Asparaga
- Risno Djafar asal Asparaga
- Satu jenazah lainnya belum bisa diidentifikasi
Dua jenazah lainnya masih menunggu tim evakuasi darat untuk tiba di posko utama.
Keluarga korban yang berada di posko tampak cemas menunggu kabar terbaru mengenai nasib anggota keluarga mereka yang menjadi korban longsor. Koordinasi antara berbagai pihak, termasuk tim gabungan dari Polri, TNI, SAR, dan relawan, sangat penting dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban ini.
Situasi di Desa Tulabolo masih sangat memprihatinkan. Diharapkan dengan bantuan dari berbagai pihak, proses evakuasi dapat berjalan lancar dan seluruh korban yang hilang dapat ditemukan secepatnya. Bencana ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama dalam menghadapi situasi darurat.














