Sibuk dengan Corona, Jangan Sampai Lupa Penyakit Lain!

Dailypost.id
Istimewa

DAILYPOST.ID - Hampir seluruh negara di dunia disibukan dengan penanganan Virus Corona atau Covid1-9, termasuk Indonesia.

Pemerintah pun dalam beberapa bulan terakhir menerapkan berbagai kebijakan untuk menekan penularan virus yang dikatakan mematikan ini. Mulai dari Sosial Distancing, WFH, PSBB hingga Era New Normal.

Namun, di luar itu, masih ada penyakit lain yang patut diwaspadai.

Apalagi, saat ini sedang musim hujan. Dimana ada satu penyakit yang juga mengintai yaitu penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Di NTT, pemerintah menetapkan penularan DBD menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mesti ditangani dengan lebih serius dari wilayah lain.

DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia, serta ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti atau Albopictus Betina yang terinfeksi.

Baca Juga:   Pokja Bunda PAUD Labuhanbatu 2021-2024 Dikukuhkan, Ini yang Disampaikan Bupati Erik

Gejala DBD biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik/ruam merah di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati dan pada kasus yang parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa.

Musim hujan yang disertai panas memang sangat disenangi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus si pembawa virus DBD. Saat itu, nyamuk menetas menjadi dewasa jadi lebih banyak kalau di musim panas dan hujan.

Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto mengatakan, DBD merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan. Bayangkan, sudah 100-an lebih yang meninggal se-Indoensia karena DBD.

“Otomatis kita mesti sama sama berjuang supaya wabah DBD ini juga bisa selesai, kemudian konsentrasi lagi tetep konsentrasi ke pandemi Corona. Jadi menurut saya kita jangan habis di satu sisi energinya,” tutur Terawan.

Baca Juga:   UG Beri Bantuan Bagi Mahasiswa Rantau, BEM Ucapkan Terima Kasih

Di sisi lain, Tuberkulosis atau TBC juga masih menjadi penyakit yang mematikan di Indonesia, juga dunia. Penyakit TBC telah lama ditetapkan sebagai pandemi.

Tuberkulosis pertama ditemukan pada 24 Maret 1882 oleh Robert Koch dan lebih dari 130 tahun setelahnya penyebaran bakteri TBC masih ada di setiap negara, bahkan semakin resisten terhadap antibiotik yang tersedia.

Presiden Joko Widodo juga mengingatkan kabinetnya untuk tidak melupakan ancaman wabah penyakit lain di tengah pandemi Covid-19, misalnya TBC, malaria hingga HIV/AIDS.

Jokowi mengatakan penanganan beberapa wabah penyakit masuk dalam agenda strategis nasional. Sebab penyakit-penyakit tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Dengan adanya pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini, jangan sampai masyarakat mengabaikan dan menganggap remeh penyakit menular lainnya. (**)

Baca Juga:   Rektor UG : Beasiswa Bonebol Cemerlang Jadi Motivasi bagi Mahasiswa

 

#headline #headlines #dailypostid #covid-19

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia