, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Tercatat pada tahun 2022, angka stunting di Kota Gorontalo turun dari 26,5% menjadi 19,1%.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono, saat diwawancarai usai pertemuan dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo, di Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (02/02/2023)
“Untuk menekan angka itu kita juga harus intervensi calon pengantin, sosialisasi ibu hamil, karena 23% masalah stunting itu ada dalam masa kehamilan. Sehingga ibu hamil itu penting untuk dicek, apakah ibu hamil itu anemia atau tidak. Jadi stunting ini diintervensi mulai sejak dalam perut, setelah dilahirkan sampai dengan usia baduta dan balit,” jelasnya.
Kata Ryan, percepatan penurunan stunting adalah bentuk penyelesaian meledaknya sumber daya manusia pada tahun 2035 sebagai bentuk bonus demografi. Sehingga diharapkan kedepan masyarakat dengan usia produktif tidak terdampak stunting.
“Pemerintah Kota Gorontalo akan melakukan pendampingan terhadap keluarga yang beresiko stunting dan bahkan tahun ini penurunan angka ditargetkan harus melebihi 50 persen ” tandasnya.( Pengky Djoha)














