, Gorut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam Workshop Penyusunan Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Gorut, Senin (31/5/2021).
Digelar di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, worskhop ini mengusung tema “Konvergensi dan Koordinasi Pelaksanaan Sinergitas dan Harmonisasi Perencanaan Pembangunan Derah, Bidang Pembangunan Manusia”.
Dalam kesempatan itu, Sekda Ridwan dipercayakan memaparkan materi tentang Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dalam Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Gorut
Sebelum masuk ke materinya, perlu diketahui bahwa konvergensi merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas. Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
“Pertama-tama saya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Sebab tujuannya berkaitan dengan masa depan pembangunan daerah dan generasi-generasi penerus,” ucapnya.
Dalam materinya, Sekda Ridwan mengatakan bahwa untuk menyukseskan harmonisasi antara pencegahan stunting dan pembangunan daerah di bidang pembangunan manusia, membutuhkan komitmen dari seluruh stakeholder.
Salah satu contoh, papar Ridwan, dari segi penganggaran. Dimana kata dia, banyak aturan yang mendukung realisasi program penanganan stunting ini.
“Banyak aturannya, jadi tinggal dianggarkan. Kan begitu? Persoalannya, mau nda kita? Kalau kemampuan Insya Allah kita mampu mengatasi masalah stunting jika kita bekerja berdasarkan aturan-aturan yang ada,” cetus Ridwan.
Lebih lanjut, Sekda Ridwan menyampaikan di sejumlah OPD terdapat program-program yang berkaitan dengan penanganan masalah stunting. Sehingganya, ia meminta kepada OPD terkait untuk memaksimalkan setiap program yang ada dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Makanya, anggarannya itu harus dimanfaatkan secara maksiimal,” tandasnya.
Selain itu, Panglima ASN Gorut itu juga menyampaikan materi mengenai Role Mapping Perangkat Daerah dalam Mewujudkan Konvergensi Stunting di Gorut.
Dalam materi kali ini, Sekda Ridwan lebih menekankan soal kegiatan utama para OPD lintas sektor sekaligus kerangka penanganan stunting berdasarkan data-data yang ada.
“Kegiatan utama yang perlu diperhatikan itu, di antaranya Intervensi Gizi Spesifik yang menjadi tugas Dinas Kesehatan dengan program kegiatan mengintervensi stunting secara spesifik seperti pemberian tablet tambah darah dan lain sebagainya di desa lokus, kemudian Intervensi Gizi Sensitif oleh Dinas Pendidikan misalnya dengan kegiatannya berupa pembentukan PAUD Holistik Integratif di desa Lokus dan kegiatan penunjang PAUD lainnya,” jelas Ridwan.
Selain dua OPD di atas, OPD lainnya juga diminta agar merealisasikan program berdasarkan Role Mapping Konvergensi Stunting yang telah ditetapkan. Mulai dari kegiatan utama hingga gambaran kegiatan yang ditetapkan.
Dirinya berharap, melalui workshop tersebut permasalah stunting di Gorut dapat ditangani secara maksimal dan mampu membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. (daily02)














