Gorontalo — Thomas Mopili, politisi senior dari Partai Golkar, resmi ditetapkan sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo untuk periode 2024-2029. Penetapan ini dilakukan dalam rapat paripurna ke-3 yang digelar oleh DPRD Provinsi Gorontalo pada tanggal yang telah ditentukan.
Setelah penetapan tersebut, Thomas Mopili menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan kepemimpinan yang telah dibangun oleh pendahulunya, Paris Jusuf. Menurutnya, mekanisme kerja yang telah ada selama ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan agar lebih baik lagi.
“Saya sudah berkomitmen untuk melanjutkan mekanisme yang dibangun oleh Pak Paris Jusuf. Kami akan mencoba untuk meng-upgrade ke arah yang lebih baik, jadi tidak ada yang perlu dirubah,” ujar Thomas Mopili saat diwawancarai oleh sejumlah awak media, Senin (15/10/2024).
Thomas juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin DPRD Provinsi Gorontalo. Menurutnya, jabatan ini adalah tanggung jawab besar yang tidak hanya menyangkut tugas di lembaga legislatif, tetapi juga tanggung jawab kepada konstituen yang telah memberikan mandat.
“Nah ekspektasi yang ada ini harus saya penuhi, dan saya sering berdoa agar teman-teman semua dapat mendukung kerja-kerja kami sebagai pimpinan untuk mengulangi lagi keinginan mereka, keinginan rakyat, serta semua pihak, termasuk keinginan pers,” tambahnya.
Sebagai ketua DPRD yang baru, Thomas Mopili juga mengungkapkan bahwa kriteria penilaiannya untuk menjadi ketua adalah berdasarkan pendidikan, pengalaman, serta perolehan suara yang sangat mendukung, yang berada di atas kader-kader Partai Golkar lainnya di Provinsi Gorontalo.
“Semua kriteria penilaian untuk menjadi ketua itu ada di atas semua kader Golkar, dari segi pendidikan, pengalaman, dan juga perolehan suara. Semua itu ada pada diri saya, yang tentunya menjadi pertimbangan utama dalam penetapan ini,” jelasnya.
Dengan komitmen yang kuat untuk melanjutkan kepemimpinan yang sudah ada, Thomas Mopili diharapkan dapat membawa DPRD Provinsi Gorontalo ke arah yang lebih progresif dan lebih mendekatkan diri pada kebutuhan serta harapan masyarakat. Ke depan, tantangan besar menanti di tengah ekspektasi rakyat yang harus dipenuhi dengan kerja keras dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.















