, Kota Gorontalo – Dalam rangka menghindari program pembangunan yang tidak tepat sasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun anggaran 2025-2045.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Goronto Marten Taha manyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penyusunan RPJPD, yakni bagaimana menjadikan penyusunan RPJPD bukan sebagai formalitas belaka.
“Jangan sampai penyusunan ini dijadikan formalitas belaka, seperti kemarin masalah penyusunan APBD, saya sudah menginstruksikan, pendapatan ini kita masih banyak potensi yang perlu digali dan mampu meningkatkan PAD Kota Gorontalo. Namun TAPD dan BANGGAR DPRD cari-cari gampang saja, mereka asal naikan menjadi 10%, 15%, ini harus didasari data real di lapangan baru kita kaji bukan langsung dinaikan saja,” jelas Marten saat menghadiri Bimtek RPJPD di Hotel Aston. Senin (24/10/2022).
Oleh karena itu Marten meminta agar hal-hal tersebut ditinggalkan, dan perlu diseriusi untuk menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Hal hal yang menjadi kebiasaan, harus kita tinggalkan, jangan membenarkan kebiasaan tapi membiasakan yang benar, seperti itu,” pinta Marten
Selain itu Marten mengatakan, untuk mencapai apa yang di cita-citakan perlu dilakukan perancanaan yang berkinerja, yaitu perencanaan yang berorientasi pada hasil yang akan di capai.
“Dengan menyusun rangkaian rencana kerja dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada sehingga capaian itu bisa kita ukur, karena perencanaan itu dibutuhkan untuk mengetahui hasil yang akan dicapai misalnya 2024 infrastruktur Kota Gorontalo ini seperti apa yang di kehendaki, jadi harusnya 2019 yang lalu sudah kita bisa susun,” Imbuannya
Untuk itu, Marten juga berharap pada setiap peserta Bimtek dapat mengamati dan memahami, sehingga menghasilkan penyusunan RPJPD yang bermutu, terintegrasi, komporensif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Gorontalo.
“Saya berharap agar peserta Bimtek dapat memahami apa yang disampaikan narasumber agar melalui Bimtek ini dapat menghasilkan satu kesamaan persepsi dan pola pikir yang sama bagi seluruh peserta didalam menyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah,” tutup Marten. (adv/Jeff)















