Jakarta– Presenter sekaligus Anggota DPR RI, Surya Utama atau yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya, menyatakan kesiapannya memberikan klarifikasi di hadapan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pernyataan ini disampaikan menyusul kontroversi pembuatan konten oleh Uya di depan rumah korban kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat, yang viral di media sosial.
“Siap banget! Dan menurut gue kalian sudah cukup menolong MKD. Klarifikasi di sini juga MKD sudah bisa melihat, tapi kalau dipanggil pun gue nggak apa-apa,” ujar Uya Kuya ketika ditemui di Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).
Insiden ini bermula saat Uya Kuya dan istrinya membuat konten video di depan rumah salah satu korban kebakaran di Los Angeles. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @camr1517, pemilik rumah tersebut mengungkapkan kekesalannya terhadap tindakan Uya Kuya dan sejumlah orang lain yang memotret puing-puing rumahnya yang hangus terbakar.
Pemilik rumah menilai tindakan tersebut tidak memiliki empati terhadap kondisi para korban kebakaran. Teguran dari pemilik rumah bahkan terekam dalam video yang kini viral di media sosial, memicu respons beragam dari netizen.
Menanggapi kontroversi tersebut, Uya Kuya mengungkapkan bahwa ia sudah mendapat izin dari kepolisian setempat untuk mengambil gambar di lokasi yang merupakan area publik. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa aktivitas tersebut dapat dianggap melukai perasaan korban kebakaran.
“Kalau gue udah dapat informasi boleh ambil gambar di situ. Itu public space dan ada puluhan orang yang ambil gambar juga. Tapi yang gue nggak tahu adalah ada orang yang ngaku punya rumah menegur,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa setelah mendapat teguran, dirinya langsung menghentikan pembuatan konten.
“Tidak ada maksud apa-apa. Di tempat sebelumnya juga kami nggak minta izin karena memang nggak ada yang keluar dari rumah,” tambah Uya.
Sejauh ini, Uya menyatakan bahwa masalah ini tidak memengaruhi tugasnya sebagai Anggota DPR RI. Menurutnya, insiden tersebut lebih disebabkan oleh kesalahpahaman dan kurangnya informasi terkait situasi setempat.
“Nggak ada, gue sih merasa fine-fine aja. Kalau ada kesalahan, gue merasa itu ketidaktahuan atau kesalahpahaman,” ujar Uya.
Meski Uya telah memberikan klarifikasi, banyak netizen yang tetap menyayangkan tindakannya. Beberapa pihak menilai bahwa sebagai public figure dan pejabat negara, Uya seharusnya lebih peka terhadap situasi yang melibatkan korban bencana.
Kontroversi ini juga memicu diskusi tentang tanggung jawab moral publik figur, terutama saat memanfaatkan momen bencana untuk konten.
(d10)














