Gorontalo- Keterlambatan pembayaran gaji yang dialami oleh Aparat Sipil Negara (ASN) dan Guru di lingkungan Provinsi Gorontalo mengundang kekhawatiran dan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait. Hal ini menciptakan tekanan bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pada Selasa (02/01/2024), Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat guna membahas permasalahan tersebut.
Erwinsyah Ismail, anggota Banggar, mengakui adanya keterlambatan dalam membahas pembayaran gaji tersebut.
“Artinya gaji tunjangan dan lain-lain di Januari bukan tidak dibayarkan. Memang ini siklus setiap tahunnya, akhir tahun dan awal tahun, karena kita sedikit agak terlambat,” ungkapnya usai rapat.
Ismail menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena anggaran yang perlu diprioritaskan untuk Pemilu 2024, mengakibatkan pembahasan yang memakan waktu di tingkat DPRD Provinsi Gorontalo dengan TAPD.
“Kita pun di bulan Oktober, November itu juga terkuras energinya satu hari itu bisa sampai 9 jam 10 jam rapat hanya untuk memutuskan bagaimana kemudian Pemilu ini bisa berjalan dengan baik dan benar karena tahun depan itu tahun ini bukan cuma Pemilu legislatif dan Pilpres masih ada Pilkada lagi,” terangnya.
Namun, setelah rapat Banggar, Ismail menegaskan bahwa gaji para pegawai ASN hingga Guru akan segera disalurkan pada pekan depan. “Dan paling lambat minggu depan hari Senin Insya Allah semua gaji hak pegawai dan guru dan lain-lain sudah bisa dibayarkan semuanya,” jelasnya.
Pembahasan yang intensif terkait alokasi anggaran untuk keperluan Pemilu tidak menghalangi DPRD Provinsi Gorontalo untuk menjamin pembayaran gaji bagi para pegawai ASN dan Guru. Pekan depan dijanjikan sebagai waktu penyelesaian bagi keterlambatan ini, dengan harapan dapat mengurangi tekanan yang dirasakan oleh para penerima gaji tersebut.
(Adi)














