Ganjar dan Anies Kompak Kritik Bansos Jokowi di Debat Terakhir Pilpres 2024

Dailypost.id
Ganjar dan Anies Kompak Kritik Bansos Jokowi dalam Debat Terakhir Pilpres 2024. (ss. YT KPU: Debat Pilpres 2024)

DAILYPOST.ID Jakarta- Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, menyampaikan kritik terhadap distribusi bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat terakhir Pilpres 2024 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (05/02/2024). Ganjar menyoroti masalah tata kelola bansos, sementara Anies menekankan transparansi dan memberikan opsi alternatif pemberian bantuan.

Ganjar mempertanyakan Anies tentang tata kelola bansos agar tidak terjadi klaim ganda, menyasar sasaran yang tepat, dan menghindari kecemburuan di masyarakat.

Sementara Anies menegaskan bahwa bansos seharusnya diberikan sesuai dengan data dan target yang telah ditetapkan. Ia menyarankan agar pembagian bansos dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga:   Pasca Debat Capres: Prabowo-Gibran Mendominasi Hasil Survei Elektabilitas Pilpres 2024

“Harus sesuai kebutuhan. Itulah yang disebut sebagai bansos tanpa pamrih,” kata Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti pentingnya keakuratan data penerima bansos dan mekanisme pembagiannya melalui jalur birokrasi. Dia menekankan bahwa transparansi dalam pembagian bansos harus dijaga, termasuk menginformasikan asal-usul dananya. Anies bahkan memberikan contoh praktik transparansi saat memimpin DKI Jakarta dengan memberikan label pada paket bansos yang bertuliskan ‘Dibiayai APBD DKI Jakarta’.

Ganjar setuju dengan pandangan Anies, menyatakan bahwa perbaikan data penerima bansos sangat penting untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran. Ganjar juga menyinggung bahwa meskipun bansos telah membantu mengurangi tingkat kemiskinan, namun kesenjangan antara orang miskin dan kaya belum dapat diminimalkan.

Baca Juga:   Rachmat Gobel Optimis Anis-Muhaimin Bakal Unggul di Gorontalo

“(Bansos) menurunkan kemiskinan oke ternyata. Tapi gap tidak. Berapa pun besarnya, gapnya tetap tinggi. Ini menarik dan kami punya data yang kita bisa baca,” ujarnya.

Anies memberikan opsi alternatif pemberian bansos, yaitu dalam bentuk uang tunai dengan mekanisme transfer. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi potensi korupsi dalam pengadaan barang dan memberikan fleksibilitas kepada penerima bansos untuk menggunakan bantuan tersebut sesuai kebutuhan mereka.

(D014)
Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Presiden Prabowo Subianto: APEC Harus Jadi Model Kerja Sama Inklusif
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia