, Pohuwato – Pohuwato merdeka sinyal adalah salah satu dari target pemerintahan Bupati Saipul Mbuinga dan Wakil Bupati Suharsi Igirisa (SMS).
Meski Kabupaten Pohuwato termasuk sebagai daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T), namun saat ini hampir sebagian besar wilayah sudah bisa mengakses jaringan dan internet.
Berbagai cara terus ditempuh oleh Pemerintah Daerah, agar kemudian beberapa titik desa yang masih Blank Spot bisa dengan segera menikmati jaringan sinyal provider.
Bupati Saipul Mbuinga saat diwawancarai menjelaskan, beberapa titik blank spot itu tersebar di 12 desa diantaranya Desa Mootilango, Desa Bulangita, Desa Karangetan, Desa Dudepo, Desa Makarti Jaya, Desa Imbodu, Desa Milangodaa , Desa Dambalo , Desa Bukit Tingki, Desa Persatuan, Desa Molosipat Utara, dan Desa Tunas Jaya.
Untuk memperjuangkan jaringan sinyal tersebut, Bupati Saipul Mbuinga bersama Plt Kadis Kominfo Pohuwato, Arman Mohamad dan Kadis Dukcapil Pohuwato, Achmad Djuuna menyambangi Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (11/3/2022).
“Pemerintahan kami (SMS) baru berusia 1 tahun. Tentu kami punya keinginan besar semua wilayah di Pohuwato sudah merdeka sinyal. Jadi kami ke sini untuk mengusulkan lagi 12 tower BTS,” ungkap Bupati.
Beberapa titik yang masih blank spot lanjut Bupati, terdapat salah satu titik blank spot yang berada di kawasan ibukota kabupaten yakni Desa Bulangita, Kecamatan Marisa.
“Titik blank spot di 12 desa itu bukan berarti 12 desa itu blank spot. Di 12 desa itu juga sudah bisa mengakses jaringan, hanya saja ada di titik-titik tertentu yang masih blank spot. Makanya kami mau mengusulkan lagi tower Base Transceiver Station (Batas) untuk menangani titik blank spot itu,” tambahnya.
Ditahun sebelumnya , pemerintah kabupaten Pohuwato juga telah mendapatkan bantuan 7 tower BTS, dan 2 diantaranya sudah beroperasi. (Adv/Daily15/Rendy)














