Kabupaten Gorontalo — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo menggelar sosialisasi tatap muka khusus untuk pemilih pemula dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024. Acara ini berlangsung di MAN 2 Kabupaten Gorontalo pada Kamis, (13/06/2024), dengan tujuan mengedukasi serta menginspirasi generasi muda untuk aktif terlibat dalam proses demokrasi.
Plh. Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Windarto Bahua, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menentukan masa depan demokrasi negara.
“Generasi X dan Z memiliki peran krusial dalam memastikan pelaksanaan Pilkada di Gorontalo berjalan dengan baik dan berkualitas,” ujarnya.
Windarto juga mengingatkan pentingnya menjauhi praktik-praktik yang dapat merusak demokrasi, seperti money politik dan intimidasi, guna mempertahankan integritas kontestasi politik di daerah tersebut.
Sosialisasi ini tidak hanya menyoroti pemuda sebagai alat politik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam keberhasilan Pilkada mendatang. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai tahapan Pilkada 2024, termasuk proses pemutakhiran data pemilih hingga pelaksanaan hari pemungutan suara pada 27 November 2024 mendatang.
Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan sesi tanya jawab yang aktif, mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam proses demokrasi di Kabupaten Gorontalo.
Sosialisasi ini dihadiri oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, siswa-siswi kelas 11 Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Gorontalo, serta SMA Muhammadiyah Batudaa. Keberadaan mereka memberikan warna dan semangat baru dalam membangun kesadaran partisipasi pemilih di kalangan pemuda.
Partisipasi aktif pemuda dalam Pilkada Gorontalo 2024 diharapkan dapat membawa dampak positif bagi demokrasi lokal, menjadikan mereka sebagai pilar utama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi di masa depan.
Dengan demikian, KPU Kabupaten Gorontalo terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi politik dan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai landasan kuat bagi demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan.














