Gorontalo – Di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini, peran media lokal semakin vital sebagai penjaga stabilitas informasi publik. Menyadari pentingnya hal ini, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo menggelar silaturahmi strategis bersama pimpinan media cetak, elektronik, dan online, Selasa (22/04/2025) di Manna Cafe, Kota Gorontalo.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum memperkuat soft power antara pemerintah dan media dalam menangkal disinformasi serta membangun literasi publik yang sehat.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo, Sry Wahyuni Daeng Matona, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk potensi penyebaran informasi yang bias atau bahkan menyesatkan.
“Media sebagai mitra strategis harus bisa menjadi jembatan komunikasi yang edukatif, bukan provokatif. Bila ada informasi yang bersifat negatif dalam tanda kutip ya, kami harap diklarifikasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan,” tegas Sry Wahyuni, yang akrab disapa Yayuk.
Ia menggarisbawahi bahwa keterbukaan informasi adalah semangat reformasi, namun tetap harus dibingkai dalam etika jurnalistik yang mengedepankan kebenaran, keberimbangan, dan kepentingan publik.
Dalam suasana yang santai namun serius, pertemuan ini menjadi ruang dialog dua arah antara Diskominfotik dan para pimpinan media. Diskusi mengerucut pada pentingnya membangun narasi pembangunan daerah yang lebih berimbang, serta menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Provinsi Gorontalo.
“Kami ingin mendengar langsung saran dari media agar komunikasi pemerintah bisa semakin efektif dan diterima masyarakat. Tidak sekadar menyampaikan, tapi juga membangun kepercayaan,” tambah Yayuk.
Pertemuan ini juga menyentuh tantangan media lokal dalam menghadapi era disrupsi digital, di mana kecepatan sering kali mengalahkan akurasi. Kolaborasi pemerintah dan media menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam opini sesat atau hoaks.
Dalam konteks ini, Diskominfotik tidak hanya membuka ruang kerja sama, tetapi juga mendorong pelibatan media sejak tahap awal perencanaan program pemerintah. Tujuannya jelas: menciptakan narasi kebijakan yang lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
Silaturahmi ini menjadi refleksi bahwa sinergi antara pemerintah dan media bukan hanya soal publikasi program, tetapi menyangkut bagaimana membangun kepercayaan publik, menjaga stabilitas sosial, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi keterbukaan informasi, namun tetap kokoh menjaga integritas ruang publik dari distorsi informasi. (d09)















