LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, di Hotel Amaris, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pengelola program kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan itu menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung agenda prioritas nasional dan daerah di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Tonny menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat agar program kesehatan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi fondasi utama dalam menyusun langkah-langkah konkret untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah konkret dalam mendukung program kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah,” ujar Tonny.
Ia menilai forum tersebut penting untuk memperkuat pemahaman bersama sekaligus memastikan seluruh pihak bergerak dalam arah yang sama.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis nasional yang memiliki manfaat luas, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program tersebut menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, yang menjadi kelompok prioritas dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan percepatan penurunan angka stunting.
Selain itu, MBG juga diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi belajar peserta didik melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang lebih baik.
“Program ini menjadi instrumen penting untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” kata Tonny.
Selain manfaat kesehatan, Program MBG juga dipandang memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Menurut Tonny, kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut membuka peluang bagi petani, peternak, kelompok tani, serta pelaku UMKM pangan lokal untuk terlibat dalam rantai pasok penyediaan bahan baku.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Tonny menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, Posyandu memiliki fungsi strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi keluarga, hingga pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, serta pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, penguatan fungsi Posyandu harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Wakil Bupati berharap seluruh peserta rapat koordinasi dapat memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat komitmen bersama, menyusun strategi yang terukur, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kesehatan di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas kesehatan masyarakatnya.
“Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Karena itu, setiap program yang kita jalankan harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” pungkas Tonny.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis berbagai program kesehatan, termasuk pencegahan penyakit dan Program Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.















