, Gorontalo Utara – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengajak para kepala desa agar memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin yang berusaha setiap saat berpikir untuk menemukan solusi-solusi atas permasalahan di desa.
Hal itu diungkapkannya pada pelaksanaan Orientasi Manajemen Pemerintahan Desa Bagi Kepala Desa Terpilih Pada Pilkades Tahun 2022, yang berlangsung di Ruang Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Sabtu (11/03/2023).
Saat membuka kegiatan tersebut, Bupati Thariq juga mengingatkan, bagaimana nantinya setelah dilantik serta diambil sumpah janji, para kepala desa memaknai dan menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya, seadil-adilnya, dan selurus-lurusnya.
“Makanya setelah terpilih, pikiran-pikiran yang macam-macam harus dikembalikan kepada konteksnya. Bagaimana nantinya setelah dilantik, diambil sumpah janji, kepala desa memaknai menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya, seadil-adilnya, dan selurus-lurusnya. Makanya penting Skali kegiatan orientasi,” tegas bupati.
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan, dari 22 Desa baru 2 desa yang menetapkan RPJMDes, yakni Desa Tolango dan Desa Ponelo.
Menurut bupati, sebelum melaksanakan program, setiap desa wajib menetapkan RPJMDes. Jika hal itu tidak dilaksanakan, maka tentu akan menjadi temuan.
“Harus ditetapkan dulu. Itu artinya, saya mau ingatkan, tidak boleh dalam pertanggungjawaban sudah ada kegiatan yang dibuat hari ini, sementara dokumen perencanaan belum ditetapkan. Itu pasti temuan,” tandasnya.
Tidak hanya itu, dihadapan para kades terpilih pada Pilkades Tahun 2022, bupati Thariq mengingatkan sejumlah hal penting lainnya, yakni menyangkut kelengkapan administrasi desa, serta mengajak para kades untuk fokus memikirkan desa.
Terkait hal itu, Thariq menyampaikan, kedepan harus dilaksanakan bimtek, agar para kepala desa lebih fokus pada pelayanan.
Diakhir sambutannya, bupati meminta 2 kata
terhadap para kepala desa, yakni mengabdi dan melayani. (Daily05)














