, Gorontalo– Perekonomian Provinsi Gorontalo mengalami pertumbuhan yang positif pada Triwulan III tahun 2023, mencapai 4,62 persen. Angka ini mengungguli pertumbuhan pada Triwulan II 2023 yang sebesar 4,25 persen. Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh sektor pertanian yang tumbuh sebesar 5,50 persen, mengalami peningkatan signifikan dari Triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 3,41 persen.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi yang sangat bergantung pada sektor pertanian memiliki risiko yang tinggi, terutama akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, dalam perencanaan pembangunan jangka panjang, pemerintah mulai mengidentifikasi potensi sektor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), struktur ekonomi Gorontalo, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Namun, kita perlu mendorong sektor perikanan yang memiliki potensi besar, serta produk-produk yang berbasis pada perkebunan dan kehutanan,” kata Budiyanto.
Sebagai contoh, hasil positif baru-baru ini adalah panen perdana jambu mete, yang ditanam melalui program rehabilitasi hutan dan lahan yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keberhasilan ini memberikan indikasi positif terhadap potensi produksi perkebunan di provinsi ini.
Kegiatan “Gorontalo Economic Outlook” dan “Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)” dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, pimpinan perbankan, perguruan tinggi, pimpinan organisasi perangkat daerah, dan para pelaku usaha. Dalam acara tersebut, juga diresmikan Kawasan Halal Center Universitas Muhammadiyah Gorontalo, sebuah inisiatif dari BI Perwakilan Provinsi Gorontalo.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi sektor ekonomi di Gorontalo menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi di masa depan. (*)














