Dailypost Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) resmi menuntaskan penyaluran 75 ton benih jagung berkualitas untuk para petani di Kabupaten Boalemo. Bantuan dengan nilai total mencapai Rp4.575.000.000 ini dialokasikan untuk mengoptimalkan produktivitas lahan pertanian seluas 5.000 hektare.
Penyaluran bantuan yang berlangsung maraton selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026, sukses menjangkau 120 kelompok tani yang tersebar di 47 desa dan 7 kecamatan di Kabupaten Boalemo. Adapun varietas benih yang didistribusikan adalah P-27 (Pioneer), yang dikenal memiliki keunggulan tinggi dalam produktivitas hasil panen.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari realisasi bantuan benih jagung Tahap III yang disokong penuh oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tujuh wilayah kecamatan yang menjadi fokus penyaluran meliputi Paguyaman, Dulupi, Mananggu, Wonosari, Botumoito, Tilamuta, dan Paguyaman Pantai. Berdasarkan data DKPTPH, seluruh target alokasi seluas 5.000 hektare kini telah terealisasi 100 persen di lapangan.
Kepala DKPTPH Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario, menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan selama proses distribusi. Tim dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan sarana produksi ini diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan sesuai regulasi.
“Kami ingin memastikan bantuan benih ini benar-benar sampai kepada kelompok tani yang menjadi sasaran. Harapannya, benih yang diterima dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya sehingga dapat mendukung peningkatan produksi dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani,” ujar Muljady.
Program sinergis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi stimulus kuat bagi sektor agraria di Provinsi Gorontalo. Melalui pemanfaatan benih unggul secara optimal, produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Boalemo diproyeksikan meningkat signifikan sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan wilayah.














