,BOLMONG—Suasana di Desa Poigar 1, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mendadak memanas menyusul tindakan yang dinilai sebagai fitnah dan provokasi oleh oknum organisasi masyarakat (Ormas). Tindakan ini ditujukan kepada Pemerintah Desa Poigar 1, yang dipimpin oleh Sangadi (Kepala Desa) Rubianto Mokodongan, yang dikenal sebagai pemimpin baik hati dan peduli terhadap warganya.
Kegeraman warga mulai memuncak setelah oknum Ormas tersebut melaporkan Sangadi Rubianto Mokodongan ke Polres Bolmong. Laporan yang dianggap mengada-ada ini menuduh Sangadi melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik dan terkesan sebagai fitnah. Warga desa, yang merasa Sangadi adalah panutan, menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan ini.
“Kami tidak terima Sangadi kami yang menjadi panutan diganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Datang dan temui kami, kami akan jelaskan permasalahan yang sebenarnya. Jangan buat kegaduhan di desa kami yang selama ini aman dan hidup berdampingan,” ujar salah satu warga dengan nada tegas.
Warga Desa Poigar 1 mempertanyakan mengapa desa mereka yang menjadi sasaran, sementara wilayah Sulawesi Utara sangat luas. Mereka beranggapan bahwa pengawasan Ormas seharusnya dilakukan di seluruh wilayah, bukan hanya fokus pada desa mereka. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa tuduhan terkait pengadaan ternak sapi yang disebut fiktif oleh Ormas adalah fitnah.
“Kami, penerima manfaat di pilih berdesarkan Musyawarah Desa (Musdes) dan di SK kan oleh Sangadi, dan kami benar-benar telah menerima bantuan sapi. Tuduhan bahwa sapinya fiktif itu tidak berdasar,” tambah warga lainnya, sambil menekankan bahwa mereka siap memberikan kesaksian kepada aparat penegak hukum (APH) jika diperlukan.
Terpisah, Sangadi Poigar 1, Rubianto Mokodongan, menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi dan keterangan secara detail kepada APH. Ia menegaskan bahwa program pengadaan ternak sapi yang dianggarkan oleh Pemdes Poigar 1 bertujuan untuk menopang kehidupan sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah, saya siap memberikan keterangan, dokumentasi, dan informasi lain terkait program ketahanan pangan. Tujuan kami jelas, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Poigar 1,” ungkap Rubianto.
Ditambahkannya juga, Dirinya selalu terbuka dalam melaksanakan program dan siap di kritik demi kemajuan desa, dan jika ada hal hal yg mengganjal maka tabayun datang dan sampaikan langsung.
“Karna ada aturan atau regulasi sebagai panduan pemerintah desa dalam melaksanakan roda pemerintahan, Pembangunan & kemasyarakatan, dan saya selalu memposisikan sebagai pelayan masyarakat, melayani secara prima tanpa sekat perbedaan” Tegas Sangadi
Lebih lanjut Sangadi menerangkan bahwa, dirinya sebenarnya sudah memberikan klarifikasi kepada Ketua Ormas atau LSM Laki Bolmong terkait persoalan tersebut. “Ketua LAKI Bolmong sudah datang kerumah dan sudah saya klarifikasi, Namun entah kenapa yang ngotot ini adalah Ketua LAKI Sulut” Terang Pungkas Sangadi
Situasi ini menambah dinamika sosial di Desa Poigar 1, di mana warga berharap agar keadilan dan kebenaran dapat ditegakkan, serta ketentraman desa dapat dipulihkan. (MAN)















