Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menghadiri kegiatan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 debitur serta peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) yang dibuka secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Zoom.
Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Idah Syahidah menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dalam memperkuat perekonomian nasional, khususnya melalui sektor UMKM.
“Siang hari ini kita sama-sama dapat berkumpul dalam acara akad massal rakyat bagi 800.000 pelaku UMKM di 38 provinsi se-Indonesia yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada pukul 15.00. Jadi ini secara internal kita mendahului untuk pembukaan,” ujar Idah.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Di tengah berbagai tantangan global, sektor ini terbukti tangguh dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar,” katanya.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah berupaya memberikan akses permodalan yang mudah, cepat, dan terjangkau, agar para pelaku UMKM dapat naik kelas, memperluas usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Idah berharap, momentum akad massal ini menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak wirausaha baru dan lapangan kerja baru, khususnya di Provinsi Gorontalo.
“Kami berharap akan lahir semakin banyak wirausaha baru, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan ekonomi Gorontalo semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para penerima KUR agar menggunakan dana dengan bijak dan produktif.
“Gunakanlah dana ini dengan bijak dan produktif. Jadikan modal ini sebagai titik awal kemajuan usaha, bukan sekadar tambahan pinjaman. Tunjukkan bahwa pelaku UMKM kita mampu tumbuh dan mandiri,” tegas Idah.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus hadir melalui pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran, agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing.
Menutup sambutannya, Idah mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan ini sebagai momentum membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan.
“Marilah kita jadikan momentum akad massal ini sebagai langkah nyata dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan, keberkahan, dan kemudahan bagi kita semua,” tutupnya.















